Wednesday, 22 January 2020

Hamil Berkesadaran

January 22, 2020 0 Comments

Sebelum membahas lebih jauh tentang hamil berkesadaran, kita bahas dulu apasih pengertian dari sadar.
Mernurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat tau dan mengerti.
Jadi hamil berkesadaran adalah sadar atau "merasa'' sedang hamil sehingga segala tindakan yang akan dilakukan akan didasari dengan niat dan fokus. Niat dan fokus ini sebaiknya dimulai dari sejak sebelum kehamilan. 

Menjalani Kehamilan Dengan Berkesadaran
Kehamilan merupakan sebuah perjalanan spiritual transisi kehidupan. Dimulai dengan adanya pembuahan saat sperma bertemu dengan ovum, tanda dimulainya kehamilan. Hanya butuh 10-11 minggu hasil ovulasi tersebut menjadi manusia kecil yang sudah mempunyai organ tubuh, karena selanjutnya tinggal penyempurnaan. 

Hal-hal yang Sebaiknya Diperhatikan Saat kehamilan
1. Nutrisi
    Tidak hanya bayi di dalam rahim yang membutuhkan nutrisi tetapi ibu juga membutuhkan nutrisi saat kehamilan. Bayi membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan ibu membutuhkan nutrisi untuk perkembangan tubuh ( sirkulasi darah / pembuluh darah yang kuat dan elastis), rahim yang kuat dan kokoh, dan plasenta yang kuat. 
    Plasenta yang sehat akan mencegah terjadinya IUGR (intra uterine growth retardation), lahir prematur, hipertensi dan keguguran
2. Mempertahankan Emosi
    Pada saat kehamilan emosi ibu cenderung fluktuaktif karena dipengaruhi oleh adanya lonjakan hormon. Ketika hamil, emosi ibu dan bayi memiliki emosi yang sama. Untuk itu penting sekali untuk menjaga kestabilan emosi saat kehamilan. Ketika ibu bahagia, bayi akan merasa bahagia, namun ketika ibu stress bayi juga akan merasakan hal yang sama.
3. Olah tubuh dan olah pikiran
    Belajarlah untuk selalu berpikir positive selama kehamilan. Belajar nafas akan membantu ibu untuk tetap berpikir secara posistive. belajarlah nafas pelan dan dalam sebelum memulai belajar nafas perut. 






Monday, 2 December 2019

Yang Kamu Sebaiknya Tau Tentang Periksa Dalam

December 02, 2019 0 Comments
Pemeriksaan dalam? apa sih yang terlintas di dalam benak pikiran kita ketika mendengar pemeriksaan dalam? Ya, pemeriksaan dalam identik dengan tindakan saat proses persalinan. 

Periksa Dalam atau Vaginal Toucher (VT) adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Bidan biasanya akan melakukan pemeriksaan dalam pada saat ibu sudah memasuki proses persalinan. Tujuan dari dilakukan pemeriksaan ini sebenernya adalah untuk mengetahui kemajuan persalinan (pembukaan, penipisan, penurunan kepala / bagian terendah janin), untuk mengetahui juga keadaan ketuban serta menilai adanya komplikasi atau penyulit. 

Saat bidan melakukan pemeriksaan dalam ada beberapa hal yang biasanya mereka akan lihat saat tangan bidan ada di dalam vagina. Beberapa hal yang bidan akan nilai saat pemeriksaan dalam:
1. Vulva dan vagina, biasanya dilihat adakah infeksi atau adanya penyakit menular
2. Untuk menilai keadaan dan konsistensi portio, ketebalan dan penipisan mulut rahim
3. Menilai sejauh mana  mulut rahim (serviks) mengalami pembukaan
4. Menilai selaput ketuban apakah masih untuk atau sudah pecah
5. Melihat presentasi ( apakah ubun-ubun besar atau ubun-ubun keci atau bagian yang lain) dan posisi janin ( misal kepala, akan dilihat ubun-ubun baik ubun besar atau kecil mengarah di jam berapa)
6. Mengetahui seberapa turunnya bagian terendah janin, biasanya mereka akan melihat dari bidang khayal (hodge 1-4)
7. Adanya penyusupan kepala (molase)

Namun, pada beberapa kasus pemeriksaan dalam tidak boleh dilakukan. Contoh kasus yang tidak boleh dilakukan pemeriksaan dalam adalah plasenta previa dan terjadi perdarahan. Pada kasus ketuban pecah dini dan persalinan prematur,  biasanya juga tidak akan sering untuk dilakukan pemeriksaan dalam.

Seberapa jam sekali pemeriksaan dalam dilakukan??
Tenaga kkesehatan akan melakukan pemeriksaan dalam biasanya per 4/6 jam sekali atau jika terjadi indikasi misalnya ketuban pecah atau adanya dorongan untuk mengejan.
   

Monday, 28 October 2019

Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan - Passanger -

October 28, 2019 0 Comments

Passenger berhubungan dengan penumpang atau bayi yang ada di dalam rahim. Passenger ini dipengaruhi oleh ukuran bayi kehamilan ke berapa / anak ke berapa) dan posisi bayi / (presentasi dan posisi).
Seiring usia kehamilan bertambah, bayi akan semakin masuk ke dalam panggul dan kepalanya semakin mengunci dan disebut dengan engagement a.k.a dropping atau lightening. Beberapa kasus bayi akan masuk ke dalam panggul  mendekati proses kontraksi atau saat proses persalinan itu terjadi.
Ada 8 variasi posisi kepala bayi di dalam rahim, seperti gambar di bawah, namun hanya akan dibahas posisi bayi yang memudahkan dan membuat proses persalinan menjadi lama ( membutuhkan waktu lebih lama

a.      Posisi kepala OA
               Posisi kepala OA (occiput anterior/ubun-ubun kecil, left occiput anterior (LOA), right occiput anterior (ROA) dan left occiput transfer (LOT) merupakan posisi ideal atau posisi optimal, bayi dengan posisi anterior akan sangat mudah untuk mengubah menjadi posisi vertex (dimana dagu menempel ke dada). Saat posisi vertex (puncak kepala), diameter kepala bayi menjadi diameter paling kecil sehingga akan memudahkan kepala bayi untuk turun dan biasanya proses persalinannya menjadi lebih mudah.

b.     Posisi kepala OP
Posisi kepala right occiput posterior, left occiput posterior, right occiput transverse dan occiput posterior merupakan posisi yang tidak ideal pada bayi untuk masuk ke dalam panggul. Posisi ini membuat diameter kepala bayi lebih besar. Ibarat kata kepala bayi akan mentok dengan ukuran panggul ibu, sehingga saat bayi berupaya melakukan rotasi internal, ibu akan cenderung nyeri di daerah sakrum, sakrum ibu akan terlihat menonjol jika diraba.
 Ada beberapa cara yang dipakai untuk memposisikan kepala bayi, missal dengan rebozo, forward leaning inversion dan cat cow pose.

Wednesday, 31 July 2019

Arifatun - Berbagi bersama Mahasiswa Bidan di Universitas Ljubjana, SLovenia

July 31, 2019 0 Comments

13 Juni 2019, hari dimana Arifatun sebagai founder babaran.id mendapat kesempatan untuk berbagi bersama Mahasiswa Kebidanan ( Midwifery Program, Faculty of Health and Science)  di Universitas Ljubjana, Slovenia. Pada kesempatan kali itu, Ari (sapaan akrab) berbagi mengenai Sistem Kebidanan di Indonesia.

Ini adalah kali pertama beliau berbagi dengan Mahasiswa di Luar Negeri, serta menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar kuliah. Tentunya sangat deg-deg an awalnya, karena pertama kali dengan pengantar bahasa yang berbeda. Sangat mengesankan untuk berbagi di sana. Tentu saja, Ari sangat senang bisa mendapatkan kesempatan berbagi di Negara lain.

Ada banyak perbedaan tugas dan tanggung jawab antara Bidan di Indonesia dengan Bidan di Slovenia. Bidan Indonesia ternyata lebih mempunyai peran dan tanggung jawab lebih banyak di banding di Slovenia, karena ruang kerja bidan di sini lebih banyak, karena bisa kerja di RS pemerintah maupun swasta, puskesmas, klinik bidan atau pun dapat mendirikan praktek secara mandiri.

Selesai Ari memberikan kuliah tentang kebidanan di Indonesia. Nastja Pavel (Dosen Kebidanan di Universitas Ljubjala, Slovenia), memaparkan tentang Universitas Ljubjana dan Kebidanan di Universitas tersebut. Lulusan kebidanan di Universitas Ljubjana, Slovenia diharapkan dapat berkontribusi dan memiliki keahlian dalam bidang:

  1. Kesehatan reproduksi
  2. Promosi kesehatan
  3. Konseling keluarga berencana
  4. Edukasi kesehatan
  5. Otonomi untuk memantau kesehatan pada ibu hamil
  6. Menyediakan pelayanan perempuan selama kehamilan, persalinan, dan periode postpartum
  7. Pemeriksaan bayi baru lahir dan bayi
  8. Konseling menyusui
  9. Memberikan dukungan pada keluarga
  10. Membantu perempuan menopause dan perempuan dalam masalah ginekologi


Sunday, 28 July 2019

Faktor yang Mempengaruhi Persalinan - Power

July 28, 2019 0 Comments
Power, jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah Tenaga. Tenaga ini akan mempengaruhi kontraksi dan juga proses mendorong bayi atau mengejan. Maka, penting sekali untuk menjaga asupan makan ibu selama proses persalinan untuk menjaga tenaga. 

1. Kontraksi
Kuat atau lemahnya kontraksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: penerimaan tubuh terhadap kontraksi, nutrisi, cairan serta istirahat selama proses persalinan. Jadi, misal ternyata kontraksi kekuatannya menjadi melemah, yang bisa dilakukan ibu dan pasangan adalah melihat kembali pada faktor yang mempengaruhi di atas.

Braxton Hicks / kontraksi permulaan
Tahun 1872, John Braxton Hicks, M.D., dokter berkebangsaan Inggris mendeskripsikan pertama kali tentang kontraksi ini. Banyak orang menyebut bahwa Braxton hicks merupakan kontraksi palsu. Kontraksi ini bisa dirasakan atau dideskripsikan seperti ini: intensitas kontraksinya irregular (tidak tentu), tidak berfrekuensi, tidak dapat diprediksi datangnya, tidak beritme atau pola, lebih dirasakan tidak nyaman intensitas atau frekuensinya tidak bertambah. Jika bisa mengambil pandangan positif dari Braxton ini, dapat dikatakan bahwa kontraksi yang dirasakan oleh ibu seperti kontraksi latihan atau kontraksi permulaan sebelum merasakan kontraksi yang jauh lebih intens dan kuat.

His / kontraksi intens

His dapat diistilahkan sebagai kontraksi yang intens atau kontraksi persalinan sebenarnya. Kontraksi yang berprogres melahirkan ditandai dengan kontaksinya yang semakin teratur, semakin sering, dapat diprediksi datangnya karena sudah berpola atau beritme (misal per dua atau tiga menit sekali), dan intensitas atau frekuansinya akan bertambah. Ibu akan cenderung merasakan  daerah fundus (bagian atas rahim) akan terasa jauh lebih keras saat kontraksi persalinan, karena serabut-serabut otot bagian atas lebih tebal jika disbanding daerah bawah.
Indikator kekuatan sebuah his adalah ringan, sedang dan kuat, bukan sakit atau tidak sakit. Sakit atau tidak sakit merupakan sebuah respon terhadap kontraksi yang lebih kuat. Hal ini berdasarkan dari penjelasan di dalam partograf (alat untuk mengetahui sebuah kemajuan persalinan). Untuk bersalin per vagina, ibu membutuhkan kontraksi yang semakin lama semakin kuat untuk bisa segera bertemu dengan bayinya. Semakin kuat kontraksi yang ibu rasakan, pembukaan akan semakin mengikuti.

2. Mendorong atau mengejan
Mendorong atau mengejan merupakan sesuatu hal yang sangat instingtif. Untuk bisa mendapatkan insting ini, ada baiknya dilatih dengan melatih nafas. Jika saat mendorong bayi, ibu sudah sampai pada saat insting, maka proses mendorong bayi akan lebih efektif.
Mengejan juga membutuhkan tenaga dan energy, itu kenapa sebaiknya ketika proses persalinan, ibu sebaiknya berusaha untuk bisa memenuhi asupan makan dan minum dengan baik.



Monday, 15 July 2019

Family Fun Day2 di Galeria Mall

July 15, 2019 0 Comments

Sabtu, 13 Juli 2019 komunitas Keluarga Babaran mendapatkan kesempatan untuk berbagi di acara Family Fun Day yang diselenggarakan oleh Kaldu Koala yang bekerja sama dengan @mpasibayisehat di Galeria Mall. Keluarga Babaran merupakan bagian dari @babaran.id dan merupakan wadah tempat berbagi dan memberikan dukungan pada setiap anggota dalam proses parenting yang dijalani.

Pada kesempatan kemarin, Arifatun, selaku founder Babaran.id berbagi kepada ibu-ibu, bapak-bapak yang hadir berbagi dengan tema "sadar"1000 Hari Pertama Kehidupan Mulai dari Kehamilan. Pemilihan tema ini untuk mengajak pada para orang tua dan calon orang tua untuk secara sadar mempersiapkan 1000 hari pertama kehidupan ini dengan sebaik mungkin.

1000 hari pertama kehidupan merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan (konsepsi) hingga anak berusia 2 tahun (golden period). 1000 hari pertama kehidupan ini merupakan bagian dari scaling up nutrition yang dilakukan oleh 57 negara di dunia yang bertujuan untuk menghilangkan berbagai jenis malnutrisi.

bagaimana caranya memaksimalkan 1000 hari pertama kehidupan ini?
Konsepsi
Sebaiknya hal ini pun di dasari oleh sebuah kesadaran yang diniatkan untuk kehamilan

Kehamilan

  • Penuhi gizi ibu hamil terutama kebutuhan protein, protein merupakan 'zat pembangun'. ibu dan bayi membutuhkan protein untuk membangun dan bertumbuh saat kehamilan. kebutuhan protein ibu hamil adalah 80-120 gr protein/ hari (hal ini berdasarkan dr brewer pregnancy diet)
  • Konsumsi zat besi untuk mencegah anemia. Hb normal pada ibu hamil adalah 11 gr/dl. anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan bayi prematur dan komplikasi saat persalinan. kebutuhan zat besi ini dapat dipenuhi dari makanan sebagai sumber alami dan tablet penambah darah
  • Rutin periksa ke dokter obsgyn atau bidan. WHO menyarankan periksa kehamilan minimal 4 kali selama kehamilan
  • Persiapan mental dan emosional. Hal ini bisa dilakukan dengan melatih nafas, berzikir, atau mendekatkan diri pada Tuhan. Belajar melatih nafas dengan bernafas pelan dan dalam akan membantu ibu untuk lebih mindfullness
  • Persiapan fisik dengan berolah raga. Pilihlah olah raga senyaman ibu. Jalan-jalan merupakan olah raga yang paling mudah dan murah, senam hamil juga bisa menjadi opsi, prenatal yoga akan membantu ibu untuk mempersiapkan fisik dan emosional ibu hamil, atau apa pun berolah raga yang membuat ibu nyaman
  • Persiapkan Edukasi. Carilah informasi yang benar tentang persalinan agar ibu dan pasangan mendapatkan gambaran yang benar tentang proses persalinan
Sejak kelahiran hingga 6 bulan
  • IMD, inisiasi menyusu dini. hal ini akan membantu ibu untuk mendapatkan keberhasilan akan asi exclusif
  • Berikan Asi secara exclusif hingga 6 bulan
6 bulan hingga 2 tahun
Berikanlah mpasi terbaik untuk bayi, dengan apa pun metode pemberiannya. Banyak sumber yang ibu bisa dapatkan untuk mempersiapkan mpasi ini.

Wednesday, 29 May 2019

Ramadan Berbagi dengan WAminar

May 29, 2019 0 Comments


WAminar bareng Babaran dalam rangka Ramadan Berbagi pada hari Jumat 31 Mei 2019 jam 13.30 - 15.30 WIB / 08.30-10.30 Netherlands time bersama Ari Fatun (founder Babaran.id), akan membahas tentang Tanda-Tanda Persalinan
.
Untuk detail kegiatan, silahkan DM @babaran.id

Monday, 27 May 2019

Belajar Berdamai dan Melepaskan

May 27, 2019 1 Comments

Penting sekali sebelum proses persalinan untuk belajar melepaskan suatu kecemasan, kekhawatiran, ketakutan atau bahkan trauma yang ibu rasakan, agar hal ini tidak mempengaruhi proses persalinan nantinya. Agar Ibu bisa lebih ikhlas, lebih berserah dan pasrah akan proses persalinan
.
Karena jika ibu masih ada hal yg dicemaskan, ditakutkan dan trauma bisa jadi hal tersebut akan mempengaruhi proses persalinan Ibu. Bisa jadi proses persalinannya akan lama atau bisa jadi prosesnya akan penuh dengan emosional
.
Maka, belajarlah untuk "melepaskan", mengikhkaskan, dan berdamai pada hal yang sudah berlalu

Saturday, 11 May 2019

Monday, 29 April 2019

Kapan Sebaiknya Berangkat ke Fasilitas Kesehatan???

April 29, 2019 2 Comments
Kapan Sebaiknya Berangkat ke fasilitas kesehatan? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang kerap ibu hamil tanyakan kepada provider kesehatan. Tidak hanya satu atau dua ibu hamil yang kami temui tetapi beberapa dan cenderung banyak

Betapa pentingnya mencari edukasi yang selama kehamilan untuk menjalani kehamilan dan mempersiapkan persalinan dengan penuh kesadaran. Jika ibu memberdayakan diri dari segi edukasi, salah satu manfaat yang bisa ibu rasakan adalah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk ke rumah sakit

Kenapa Penting untuk tau kapan ke Fasilitas Kesehatan?
persalinan merupakan salah satu peristiwa emosional yang ibu rasakan, setiap proses dan progres persalinan akan diingat oleh ibu seumur hidup. Jika kita datang terlalu awal, maka bisa jadi hal itu akan mempengaruhi proses emosional ibu saat persalinan. Bisa jadi ketika di fasilitas kesehatan proses persalinan ibu akan lebih lama dibanding ibu yang lain, maka kemungkinan ibu akan merasakan cemas jauh lebih besar, ibu akan cenderung panik sehingga bisa jadi kepanikan dan kecemasan ibu akan mempengaruhi proses persalinan.

Jadi kapan sebaiknya berangkat ke fasilitas kesehatan??
Kembali pada pokok yang ingin kami bahas, kapan sebaiknya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan? jika ini adalah kehamilan pertama maka disarankan untuk ke fasilitas kesehatan jika kontraksi yang dirasakan dalam 10 menit sudah ada 3 kali kontraksi dengan durasi satu kontraksi kurang dari 1 menit.

jika ini adalah anak ke dua dan seterusnya maka akan lebih baik berangkat lebih awal, jika kontraksi yang dirasakan sudah per lima menit sekali.

Sebagai catatan yang dilakukan oleh ibu saat menikmati proses persalinan di rumah adalah dengan mengobservasi gerakan janin. Mnghitung gerakan janin yang ibu lakukan merupakan salah satu hal yang paling mudah untuk mengetahui kesejahteraan bayi di dalam rahim.

Monday, 22 April 2019

Selamat Hari Kartini

April 22, 2019 0 Comments

Selamat Hari Kartini! Semoga semangat Kartini tidak pernah padam untuk menginspirasi setiap perempuan. Serta tetap terjaga untuk setiap perempuan yang akan melahirkan generasi dengan berkesadaran

kesadaran akan peran, fungsi dan tanggung jawab, serta berkesadaran untuk terus mencari edukasi dan teredukasi untuk mempersiapkan persalinan dan proses melahirkan masing-masing dengan penuh kesadaran.

Thursday, 11 April 2019

Jika Ketuban Pecah Terjadi. . .

April 11, 2019 0 Comments
Air Ketuban merupakan cairan di dalam rahim yang berfungsi untuk melindungi bayi dari goncangan, benturan atau gangguan lainnya dari luar. Air ketuban ini merupakan pendukung vital kehidupan bayi di dalam rahim.

Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan ketuban menjadi pecah atau rembes, salah satunya adalah karena bakteri di dalam vagina. Ketuban pecah bisa ditandai dengan keluarnya cairan dari dalam vagina. Cairanyang mengalir dari dalam vagina ini bisa dicheck untuk memastikan apakah ketuban atau bukan dengan menggunakan kertas lakmus.

Ada dua macam kertas lakmus, berwarna pink dan bitu. Kertas warna pink, jika hasilnya positive akan ditandai dengan berubah warna menjadi ungu atau biru keunguan, jika kertas yang dipakai yang berwarna biru, positive ketuban akan ditandai dengan kertas tidak berubah warna atau tetap berwarna biru. Jika hasilnya negative, bukan ketuban maka bisa jadi itu adalah cairan vagina yang bersifat encer, sehingga konsistensinya seperti ketub

Ketuban Pecah itu Bagiamana ya?
Kebanyakan ibu hamil yang ditemui mengatakan bahwa takut, cemas, khawatir jika ketuban pecah. Ketuban pecah memang, salah satu yang dikhawatirkan oleh ibu hamil selain induksi persalinan. Semua ibu pasti tidak menginginkan hal ini terjadi, namun jika ketuban memang pecah, hal ini tidak dapat dihindarkan. maksudnya jika ketuban pecah, maka kemungkinan selaput ketuban tidak akan menutup kembali kecuali jika pecah pada usia kehamilan yang relatif muda.

Selaput ketuban yang pecah atau merembes, maka cairan yang ada di dalamnya akan terus menerus keluar. ibarat balon yang terisi air, jika balonnya pecah maka air yang ada di dalamnya akan terus menerus keluar. Merembes dapat ditandai dengan keluarnya ketuban sedikit-sedikit dan pada saat ibu bergerak, sedangkan pecah ditandai dengan keluar banyak yang terus-menerus. 


Apa yang sebaiknya dilakukan??

Biasanya jika ketuban pecah dan mengalir banyak maka ibu diminta bedrest supaya air ketuban semakin tidak keluar banyak dan habis di dalam. Ketika selaput ketuban pecah hal dasar yang dilakukan ibu adalah tetap tenang, ketika tenang ibu akan lebih tau apa yang sebaiknya dilakukan. Namun, jika ibu panik maka bisa jadi ibu akan menjadi lebih gugup

Aman tidak ya Jika Ketuban Pecah?
Sebenernya air ketuban mengandung banyak oksitosin, oksitosin inilah diperlukan untuk menstimulus hadirnya kontraksi. Persalinan Vagina membutuhkan kontraksi yang semakin lama semakin kuat untuk mendorong mulut rahim membuka dan bayi keluar dari vagina. Jika ibu tenang, pecahnya ketuban ini akan membantu ibu mendapatkan oksitosin yang berlimpah, sehingga ibu akan merasakan kontraksi dengan sealami mungkin.

Namun jika ibu takut, cemas dan khawatir maka hormon Adrenaline yang akan telepaskan oleh otak. Hormon Adrenalin ini akan memblok terlepasnya hormon oksitosin yang menstimulus kontraksi. Itu kenapa ketika ibu takut, maka kontraksi tidak akan ibu rasakan dan dapat terstimulus dari pecahnya ketuban ini. 

Jadi penting sekali untuk ibu bisa melakukan manajemen emosi ketika ketuban sudah pecah. Ibu membutuhkan ketenangan emosional agar pecahnya ketuban dapat menstimulus hadirnya kontraksi persalinan.

  

Sunday, 24 March 2019

Apa yang Sebaiknya Anda Tau tentang DOULA

March 24, 2019 0 Comments

Masih berkaitan dengan world doula week yang jatuh pada tanggal 22 - 28 Maret 2019, kali ini ingin menuliskan tentang Apa sih sebenernya Doula itu? Saat ini banyak ibu yang mungkin sudah lebih banyak mendengar kata doula dibanding beberapa tahun yang lalu, dan mungkin bisa jadi banyak orang yang menyebut ini sebagai sebuah 'trend' . 

Apa sih Doula itu?  
Related imageDoula merupakan seorang "professional terlatih" yang memberikan dukungan secara fisik, emosional dan psikologis bagi ibu bersalin hingga periode postpartum. Seorang doula tidak boleh memberikan intervensi pada saat proses pendampingan, yang dilakukan adalah memberikan 'dukungan' kepada ibu dan keluarga. 









Gimana cara jadi doula?? 

Well, doula itu didapat dari pelatihan "Doula" bukan dari pelatihan yg lain. Sekali lagi "Pelatihan Doula", karena doula mempunyai kode etik yang sebaiknya dipatuhi dan kalau tidak mengikuti pelatihan, we will not understand the essential of the doula is!! Jadi penting banget untuk mengikuti pelatihan doula untuk yang memang ingin disebut sebagai 'doula



Apakah doula Dan bidan itu sama? 
Beberapa orang akan berasumsi bahwa doula itu adalah bidan, kenapa? well mungkin karena sama-sama berkaitan dengan ibu bersalin. Padahal sebenarnya doula dan bidan itu BEDA sama sekali. Bidan adalah seorang tenaga medis yang boleh memberikan intervensi saat persalinan sedangkan doula tidak sama sekali memberikan intervensi 'hanya dukungan' jadi tidak bisa juga doula disebut sebagai tenaga medis. Doula adalah tenaga non medis 'profesional'

Apakah satu orang bisa merangkap menjadi bidan dan doula saat bersamaan? 
Saat ini doula yang mempunyai latar belakang kebidanan sangat banyak, namun sebenernya dalam waktu bersamaan doula dan bidan "Tidak" bisa berperan salam waktu bersamaan. Selama masih memberikan intervensi artinya bukan doula tp bidan, berbanggalah menjadi bidan!! dan ketika memberikan kenyamanan bagi ibu bersalin itu adalah 'bonus' jasa pelayanan yg diberikan doula pada pasiennya. Begitupun sebaliknya ketika doula berbackground kesehatan, maka tolong letakkan pikiran tenaga kesehatannya dan berperanlah sebagai doula yg hanya memberikan dukungan bukan memberikan intervensi atau bahkan nasihat medis

Setiap orang bisa berperan menjadi doula, seperti suami, teman atau keluarga. tetapi apakah bisa disebut doula? TIdak, tidak sama sekali karena mereka tidak menjalani pelatihan doula. Untuk menyematkan "doula" di dirinya, sebenernya sangat banyak kode etik - kode etik yang doula harus patuhi

Pada intinya ketika ibu ingin memutuskan untuk memilih doula, please asking the doula, is she ever join doula training? Apakah doula sudah mengikuti 'Pelatihan Doula??' karena ini penting sekali untuk melihat profesionalisme seorang doula.

Saturday, 23 March 2019

World Doula Week - Selamat Pekan Doula Sedunia!!

March 23, 2019 0 Comments
sumber gambar : www.worlddoulaweek.com


Pekan Doula Sedunia merupakan pekan untuk menghormati doula-doula yang telah mendedikasikan dirinya untuk ibu hamil hingga setelah lahiran. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mendorong doula-doula di seluruh dunia untuk mengembangkan dirinya dalam pemberian dukungan baik bersifat psikology, sosial, emosional dan fisiologis kesehatan perempuan, bayi baru lahir dan kesehatan keluarga serta periode postpartum (setelah melahirkan)

Pekan Doula Sedunia digagas pertama kali oleh Ruti Karni Horowitz  di Israel tanggal 22 Maret 2011, beliau menjadi inisiator yang kemudian mengajak CAPPA untuk berkolaborasi, dan CAPPA menerima itu, yan

g artinya akan lebih banyak doula yang akan bergabung bersama dari oraganisasi manapun di seluruh dunia.

sumber gambar : www.worlddoulaweek.com
Kembali ke tujuan doula tersebut diharapkan bahwa semua doula di seluruh dunia semakin mengembangkan dirinya untuk pelayanan ibu dan keluarga dalam mendampingi secara emosional, fisik, psikologis, dan sosial saat kehamilan hingga postpartum
Maju terus doula-doula di dunia!!!



Sumber dan gambar : www.worlddoulaweek.com

Friday, 15 March 2019

Kolaborasi Bersama Puskesmas di Kota Jogjakarta dalam Kelas Ibu

March 15, 2019 0 Comments
Bersama Bapak Kepala TU dan Bidan-Bidan di Puskesmas Wirobrajan
Di tengah paradigma persalinan yang mulai berubah, edukasi tentang kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan hal yang sangat penting bagi setiap ibu hamil. Edukasi merupakan hak dasar setiap orang, dengan edukasi dan pendidikan kita bisa meraih apa pun yang kita inginkan, termasuk melahirkan sesuai dengan keinginan dan kepuasan masing-masing. Dengan edukasi yang mumpuni kita bisa mencapai persalinan yang diinginkan oleh ibu. Ketika ibu puas terhadap proses persalinannya maka proses menyusui dan parenting akan meminimalisir adanya kendala. Maka dari itu, edukasi sangatlah diperlukan oleh setiap ibu.

Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat, merupakan salah satu perpanjangtanganan pemerintah untuk bisa melayani kesehatan masyarakat., salah satunya adalah melayani Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Di dalam Kesehatan Ibu dan Anak, salah satu program yang diluncurkan pemeritah adalah adanya Kelas Ibu. Kelas Ibu merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan bagi ibu hamil, untuk memfasilitasi senam hamil dan edukasi tentang kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan deteksi dini komplikasi kehamilan.  Pelaksanaan Kelas Ibu ini bergantung masing-masing Puskesmas, ada beberapa yang seminggu sekali dan sebulan sekali. Materi dalam Kelas Ibu sudah dirancang oleh Pemerintah dalam lembar bolak-balik, sebagai panduan dalam mengajar Kelas Ibu.

Ari Fatun, selaku founder Babaran berkesempatan untuk melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan Kelas Ibu di 2 Puskesmas yang ada di Kota Jogjakarta, di Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen. 

Mengapa berkolaborasi dengan Puskesmas? Kebanyakan orang yang mengakses Puskesmas, identik dengan masyarakat menengah ke bawah. Kelas Ibu merupakan salah satu pilihan yang bisa diakses oleh semua kalangan, baik menengah ke bawah atau menengah ke atas. Pilihan edukasi dan bentuk pemberdayaan diri masyarakat menengah ke atas akan lebih banyak pilihan karena mereka bisa memilih secara bebas, tetapi pilihan bagi menengah ke bawah mungkin lebih sedikit pilihan. Dengan Kelas Ibu inilah besar harapan agar setiap orang mampu dan mau mengakses sebagai salah satu bentuk pemberdayaan diri, sehingga menjadi ibu hamil yang mempunyai kesadaran dan menjalani kehamilan hingga parenting dengan berkesadaran. 

Kelas Ibu merupakan program yang didanai oleh Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun dari dana BLUD yang dikelola oleh pihak Puskesmas Sendiri, sehingga masyarakat dapat menikmatinya secara gratis. Diharapkan setiap ibu akan dapat mengakses fasilitas ini dengan maksimal.

Tahun 2015, Kelas Ibu di Puskesmas Wirobrajan sudah ada hingga saat ini. Di Tahun 2018, beliau berkolaborasi di Puskesmas Gedongtengen hingga sekarang. Ke duanya terbuka untuk umum, yang artinya setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengakses Kelas Ibu. Besar harapan dari kelas ini adalah agar setiap orang mendapatkan haknya untuk memiliki edukasi yang mumpuni tentang kehamilan, persalinan, menyusui, dan parenting sehingga dapat menjalani peran ibu dengan berkesadaran.

Wednesday, 27 February 2019

Kelas Babaran Seri Ketuban Pecah Dini

February 27, 2019 0 Comments

Kelas Babaran kembali hadir di Bulan Maret, kali ini kita akan berdiskusi dan belajar bersama tentang Ketuban Pecah Dini.

Kali ini pemateri menghadirkan dr Intan Titisari,SPOG (Obsgyn) akan berbagi untuk mengenal lebih dalam KPD dan Penanganan KPD
serta Ari Fatun (Birth Doula) yang akan berbagi mengenai Manajemen emosional dan Induksi alami

Waktu pelaksanaan tanggal 24 Maret 2019 jam 08.30 sampai 12.00

Bertempat di Hotel Dafam Seturan

Grab your seat!! karena akan dibatasi kursi pesertanta

Hubungi kami untuk lebih detail