Showing posts with label blog. Show all posts
Showing posts with label blog. Show all posts

Monday, 18 December 2017

Kala - Kala Persalinan

December 18, 2017 1 Comments
Persalinan di bagi beberapa kala/stase:
1. Kala satu
   Kala Satu merupakan periode dimana uterus (rahim) berkontraksi untuk       menipiskan dan membuka serviks (leher rahim)
   a. Fase laten
        Fase laten dimulai dari pembukaan 1-3. Biasanya kontraksi masih            ringan dan durasinya belum lama. Proses pembukaan 1-3 ini tidak            bisa diprediksi seberapa lamanya. 
     b.  Fase aktif
        Fase aktif dimulai dari pembukaan 4 sampai pembukaan 10.                  Kontraksinya sudah mulai intens dan dibagian fundus (perut atas)         lama-lama akan terasa keras seiring dengan pembukaan bertambah.
     c.  Transisi
        Di dalam fase aktif, terdapat salah satu periode atau fase yang            penting yaitu transisi. Periode ini merupakan periode terpendek,          terjadi perubahan jenis kontraksi dari kontraksi untuk membuka            serviks menjadi kontraksi ekspulsif (mendorong bayi) dan juga              perubahan otot yang dominan bekerja. Pada fase ini banyak wanita          mengalami perubahan emosional. Tahap ini juga ibu kadang mulai            menyerah dan memilih untuk melakukan SC, dukungan pada saat                peristiwa ini sangat penting. Fase trasisi biasa terjadi ketika ibu        mulai pembukaan 8.

2.     2. Kala 2
Kala 2 merupakan periode persalinan dimulai dari pembukaan lengkap   sampai seluruh tubuh bayi keluar dari vagina. Selama proses ini ibu akan   mengalami perasaan yang semakin kuat  untuk mendorong bayi dan kepala   bayi akan terus turun melewati rongga panggul sampai bayi lahir sempurna.
Selama 9 bulan bayi berada di dalam rahim ibu dalam keadaan gelap,   untuk itu berusahalah tetap menjaga mata bayi dengan meredupkan lampu.   Hal ini dilakukan untuk memberi waktu kepada mata bayi untuk beradaptasi   dari tempat gelap (dlm rahim) ke tempat baru.
Letakkan bayi Anda di atas perut agar bayi tetap merasakan   kehadiran penuh cinta dan tundalah prosedur yang tidak perlu diperlukan.

     3. Kala 3
Kala 3 biasa disebut juga dengan tahap pegeluaran plasenta.  Rasa     emosial saat Anda melakukan skin to skin kontak terhadap bayi merangsang   hipotalamus untuk tetap melepaskan hormone oksitosin. Hormon ini tetap   berperan untuk menjaga uterus tetap berkontraksi. Kontraksi yang ada   akan membuat plasenta lepas dari dinding rahim. 
Tali pusat dan plasenta akan terus berdenyut dan membawa oksigen ke   bayi sampai saat bayi belajar untuk menarik napas pertama.
 Tali pusat bisa di potong setelah berhenti berdenyut utk mendapatkan   transpor HB, oksigen dan darah secara menyeluruh.

4.      Kala 4
      Periode setelah plasenta lahir sampai 2 jam. Pada saat ini uterus
tetap berkontraksi untuk mejaga agar pembuluh darah yang terbuka
berkontraksi dan mencegah terjadinya perdarahan.
      Pada fase ini sangat penting untuk melakukan bonding kepada bayi
melalui skin to skin kontak. Banyak penelitian mengatakan bahwa skin to
skin kontak sangat berpengaruh pada kedekatan ibu dan bayi, selain itu
juga berpengaruh pada produksi asi.

B.     

Induksi Persalinan

December 18, 2017 0 Comments
Induksi persalinan merupakan langkah untuk menstimulus kontraksi dari “tidak ada “ kontraksi menjadi “ada kontraksi, sedangkan akselerasi adalah upaya untuk memperbaiki kontraksi persalinan menjadi kontraksi yang lebih adekuat. Saat persalinan diperlukan kontraksi yang adekuat (kontraksi yang kuat) supaya persalinan berjalan dengan baik dan untuk mendorong agar bayi lahir.

Beberapa alasan untuk dilakukan induksi persalinan:
1. hasil dari nst ( non stress test) atau ctg ( cardio topographi) mendapatkan hasil kurang reaktif dan menjadi indikasi bahwa bayi tidak dalam kondisi baik
2. lebih dari <42 minggu
3. plasenta mulai mengalami pengkapuran ( klasifikasi plasenta), sehingga fungsi plasenta mengalami penurunan
4. KPD > 24 jam, dan tidak ada proses pembukaan  
1. 
         Beberapa macam Induksi Medis: 
a.  Induksi misoprostol
Induksi misoprostol (nama obat)yang bertujuan untuk melunakkan mulut rahim, harapannya dengan mulut rahim melunak akan timbul kontraksi. dosis yang diberikan 1/8 tablet. Obat ini bisa diberikan dengan cara diminum atau dimasukkan ke dalam mulut rahim, dan pemberian ulang dilakukan setiap 6 jam dalam 24 jam maksimal pemberian (diberikan 4 kali).
b.  Induksi oksitosin sintetis
Oksitosin sintetis yang ada dipasaran dengan nama dagang pitosin, syntosinon, dan oksitosin. 1 ampul berisi 10 intra unit (IU) oksitosin. Oksitosin sintetis yang diberikan biasanya antara 2,5 IU sampai 5 IU ke dalam flabot infus 500 CC. Tetesan yang diberikan biasanya dimulai dari 8 tetes per menit, naik 4 tetes per  15 menit sampai kontraksi dinilai adekuat.
c.  Induksi folley kateter
Oksitosin dengan folley kateter, kateter yang dimaksud adalah selang untuk membantu berkemih yang biasa dipasang pada ibu yang membutuhkan alat untuk membantu berkemih, tapi tidak disambung ke selang pembuangan pipis. Kateter ini akan dimasukkan ke mulut rahim kemudian akan dimasukkan air steril kira-kira 10-20 cc untuk mengunci supaya tidak keluar. Harapannya adalah kateter yang dipasang akan membantu mulut rahim untuk terbuka dan akan kelaur dari mulut rahim saat pembukaan 3-4 cm. setelah lepas biasanya akan disambung dengan induksi oksitosin sintetis.
d.  Induksi AROM (artificial rupture of membranes)
AROM atau dalam Bahasa Indonesia berarti pemecahan air ketuban. Di dalam air ketuban banyak sekali kandungan oksitosinnya. Harapannya adalah dengan memecah air ketuban diharapkan kontraksi akan bertambah adekuat, sehingga persalinan segera berakhir. Hal ini dilakukan biasanya setelah pembukaan 5 ke atas. 

Thursday, 14 September 2017

P a r a b e n

September 14, 2017 0 Comments

PARABEN
picture credit to http://www.little-himawari.web.id
Apa itu Paraben?? Mungkin ini sangat awam untuk kita, begitu juga dengan saya. Saya juga baru mengetahui tentang paraben ini beberapa waktu yang lalu, dan sangat menarik perhatian saya untuk mengetahui lebih lanjut tentang paraben ini.

Apa itu Paraben???
Paraben merupakan bahan pengawet alergi, sensitivitas, dan skin rash (ruam kulit). 

Contoh produk sehari-hari yang mengandung paraben adalah sabun, deodorant, dan parfum. Sabun merupakan produk sehari-hari yang digunakan oleh semua orang mulai bayi baru lahir sampai dewasa. Di atas dsebutkan bahwa salah satu efek yang ditimbulkan paraben adalah timbulnya ruam atau rash. Kita mungkin sering menemui bayi baru lahir yang terkena rash, beberapa orang akan berangggapan bahwa rash terjadi karena terkena asi atau adaptasi lingkungan, tapi sekarang kita juga sebaiknya melihat bahwa ruam yang terjadi bisa ditimbulkan karena paraben ini.

Saturday, 2 September 2017

Masa Transisi dalam Proses Persalinan

September 02, 2017 0 Comments
Beberapa dari kita mungkin awam dan bertanya-tanya apa itu masa transisi dalam proses persalinan. Masa transisi merupakan waktu dimana ibu bersalin mengalami peningkatan perubahan emosional, biasanya dimulai dari pembukaan 8. Pada saat ini terjadi perubahan pola kontraksi yang tadinya untuk membuka mulut rahim menjadi kontraksi yang lebih kuat dan ekspulsif untuk mendorong bayi keluar.

Beberapa ibu akan melewati fase ini dengan mudah, dan beberapa akan melewatinya dengan merasakan adanya peningkatan perubahan emosional biasanya diluapkan dengan perasaan ingin mengeluarkan suara( teriak, raungan, menangis, desahan), takut, menyerah terhadap proses atau menginginkan diberikan intervensi ( ILA, pidural, atau SC ). Pada kondisi ini, seorang ibu membutuhkan support, dukungan, dan empathy, penuh dengan cinta bukan dukungan penuh dengan judging (penghakiman). Sebagai pendamping (suami, keluarga, doula) pada saat ibu dalam masa ini sebaiknya tinggal di tempat, jangan meninggalkan, bantulah dengan teknik-teknik mengurangi rasa nyeri supaya ibunya merasa aman, nyaman, dan tersupport sehingga fase ini berjalan dengan baik, lancar dan lebih cepat.

Pahamilah sebenarnya proses ini akan berjalan dengan cepat bahkan hanya 30 menit, ketika seorang ibu mendapatkan dukungan penuh cinta. Dan menjadi fase lama ketika ibu tidak bisa mengkoping reaksi yang ditimbulkan dari masa transisi ini.

Pada masa transisi proses recall terhadap trauma, masalah yang belum terselesaikan dan kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan dapat terjadi. Trauma seksual juga dapat terjadi pada masa ini. Hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir recall adalah dengan berdamai dan healing terhadap segala trauma dan sesuatu yang membebani pikiran sebelum proses persalinan terjadi.

Sunday, 15 January 2017

Tahap - Tahap Persalinan

January 15, 2017 1 Comments


1.         Persalinan Dibagi menjadi beberapa Tahapan. Di Indonesia, secara teori dibagi menjadi 4 tahapan atau biasa kami menyebutnya kala, sedang di luar negeri kebanyakan membagi menjadi 3 kala saja. 
  


               1. Kala I (satu) 
Kala      merupakan periode dimana uterus (rahim) berkontraksi menipiskan dan membuka serviks (mulut rahim). Dalam Kala Idibagi lagi menjadi beberapa fase, diantaranya : 
  • Fase laten, Fase laten dimulai dari pembukaan 1-3. Biasanya kontraksi masih ringan dan durasinya belum lama. Proses pembukaan 1-3 ini tidak pernah ada yang tau sampai kapan, jadi tidak ada patokan yang pasti berapa lama proses ini.
  •  Fase aktif, Fase aktif dimulai dari pembukaan 4 sampai pembukaan 10. Kontraksinya sudah mulai intens dan dibagian fundus lama-lama akan terasa keras seiring dengan pembukaan bertambah.
  •  Transisi, Di dalam fase aktif, terdapat salah satu periode atau fase yang penting yaitu transisi. Periode ini merupakan periode terpendek, terjadi perubahan jenis kontraksi dari kontraksi untuk membuka serviks menjadi kontraksi ekspulsif (mendorong bayi) dan juga perubahan otot yang dominan bekerja. Pada fase ini banyak wanita mengalami perubahan emosional. Tahap ini juga ibu kadang mulai menyerah dan memilih untuk melakukan SC, dukungan pada saat peristiwa ini sangat penting. Fase trasisi biasa terjadi ketika ibu mulai pembukaan 8.

Tuesday, 10 February 2015

Apa sih "Delayed Cord Clamping"

February 10, 2015 0 Comments
10501665_803780879665674_5995038576755191080_n
seorang tenaga kesehatan sedang memotong tali pusat yang plasentanya sudah keluar. Kalau diliat gambarnya, sepertinya kejadian di tahun 70an


Beberapa hari yang lalu saya menuliskan sebuah pengalaman yang berhubungan dengan Delayed Cord Clamping atau Penundaan Pemotongan Tali Pusat, tetapi saya malah belum mengulas tentang manfaat dan apa sih delayed cord clamping.

Jaman dahulu setiap persalinan ditunda pemotongannya tetapi seiring research yang menemukan bahwa bayi baru lahir segera dilakukan tindakan enghangatan untuk mencegah  hipotermi, kemudian delayed tergantikan dengan pemotongan tali pusat segera setelah lahir.

Namun, tidak berhenti sampai di situ saja penelitiannya. Kemudian menemukan bahwa delayed cord clamping ternyata lebih baik bagi bayi.

1229870_733894906627941_1908515427_n
atas DCC, bawah segera di potong


ACOG (American College of Obstectric and Gynecolog) mengatakan bahwa penundaan pemotongan tali pusat sangat menguntungkan karena darah di dalam plasenta mengandung Imunoglobulin dan stem sel (Sel induk), Sel induk tersebut akan memperbaiki organ yang rusak dan membangun kembali sel setelah rusak yang disebabkan oleh persalinan.

Sedangkan manfaat yang lain dari penundaan tersebut adalah

  • Dalam plasenta dan tali pusat terkandung banyak hemoglobin (Hb),

  • Mengurangi angka transfusi pada bayi baru lahir

  • Penambahan darah 32% ke bayi. Artinya jika tidak di delayed darah yang ada di tubuh bayi hanya sekitar 78 % kurang lebih 2/3 nya saja, sedang 1/3 bagian terbuang

  • Meningkatkan zat besi pada bayi 27-47 mg

  • mengurangi resiko anemia

  • Mengurangi resiko perdarahan intravena

  • Mengalirkan oksigen ke bayi
allcords
gambaran proses penundaan pemotongan tali pusat


Monday, 9 February 2015

Purple Line sebagai Indikasi Pembukaan Lengkap

February 09, 2015 2 Comments
Purple line? Garis Ungu? Mungkin beberapa orang belum familiar dengan istilah ini.

Masih sering dengarkah jika Mbah-mbah Dukun jaman dulu tidak pernah melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui pembukaan? Saya sih masih mendengar sampai sekarang dari Ibu saya, 3 anaknya, termasuk saya lahir di dukun. Seumuran saya di tolong masih di tolong mbah dukun? Justru saya mengucap syukur karena saya yakin beliau melahirkan saya dengan gentle dan menemani ibu saya melahirkan dengan hati.

Back to the topic about Purple Line! Nah, bagaimana cara mereka tahu jika pembukaan sudah lengkap? ternyata beliau belajar dari pengalaman yang meurut saya sangat alamiah.

Pertama! mereka melihat dari tanda purple line ini.

Di mana kah tanda ini? Pernahkah Anda mengamati di daerah lipatan kedua pantat? Jika iya, pasti Anda menemukan di mana purple ini. Jika tidak, berarti Anda harus mengamati!

purple-line
purple line
Ketika kepala turun dan pembukaan sudah lengkap, daerah di lipatan pantat akan sedikit lebar dan meluas. Karena tekanan kepala inilah yang membuat daerah di sekitar lipatan ke dua pantat berwarna ungu! Beberapa kali saya melihat tanda seperti itu saat pembukaan lengakp!

Yang ke dua, Mereka merasakan rasa hangat di daerah punggung bawah, sekitar sakrum.

6d5ec21e39d40b704c2b98a1efb7e8e8
sakrum
Pernahkah Anda meraba punggung bawah klien Anda atau siapa pun yang sedang melahirkan? Jika sudah pernah pasti bisa merasakan? Jika belum Anda patut mencobanya. Jika kepala semakin turun ke dasar panggul dan menekan daerah sakrum, daerah punggung bawah akan semakin hangat, saat pembukaan lengkap daerah ini akan lebih hangat dari sebelumnya.

Saya pun telah mengamati dan merasakan ke dua tanda itu. Saat pembukaan sudah legkap, ketika saya mendapampingi Ibu, saya langsung meraba daerah sakrum dan lipatan ke dua pantat ini, untuk melihat dan merasakan kehangatan punggung bawah, supaya lebih peka dan niteni  dengan tanda tersebut.

Selamat mencoba dan membuktikan!! ;)

Tuesday, 27 January 2015

Mengenal Lebih Dekat Dengan Doula

January 27, 2015 1 Comments
Apa itu doula?

1907299_704454812948069_2054178643758030625_nDoula? Apa itu? Terdengar sangat awam buat kita dan mugkin hanya beberapa orang yang mengetahui tentang doula. Saya sendiri baru mendengar kata doula di tahun 2013, ketika saya rajin membuka internet untuk belajar lebih jauh tentang persalinan alami.
Doula berasal dari bahasa Yunani ….. yang berarti woman who serves, jika diterjemahkan berarti perempuan yang melayani. Sekarang ini doula menunjuk pada professional yang terlatih dan bertujuan menemani proses persalinan dan postpartum.
Profesi doula sebenarnya sudah lama ada, namun baru di kenal di Indonsesia sekitar tahun 2010 an. Ada dua macam doula : Birth doula dan Postpartum doula. Birth doula lebih kepada pendampingan saat proses persalinan, sedang postpartum doula mendampingi saat proses postpartum atau setelah persalinan.
Di sini saya lebih menekankan pada seorang Birth Doula. Doula akan mendampingi Ibu dengan memberikan dukungan secara mental, emosional, dan fisik serta akan membantu Ibu menjalani proses persalinan dengan nyaman. Doula akan membantu mengurangi nyeri kontraksi dengan memberikan massage, acupressure, rebozo, pernapasan dan lain sebagainya. Bukan merampas hak suami atau keluarga untuk berperan serta dalam proses persalian Ibu, tetapi doula akan membantu dan mendampingi suami dan keluarga agar lebih percaya diri dalam menjalani proses.


Data Statistik persalinan dengan di hadiri Doula
Data base yang dikeluarkan oleh Cochrane tahun 2010 oleh Hodget dan rekan-rekan, mengemukakan bahwa dengan terus menerus memberikan dukungan selama persalinan oleh seorang doula akan memberikan dampak
• 32% megurangi penggunaan pitocin untuk induksi
• 28% mengurangi resiko SC
pelic rock• 12% meningkatkan kemungkinan persalinan secara vaginal
• 9% mengurangi angka pengurangan obat pengurang rasa sakit
• 14% mengurangi angka bayi baru lahir masuk ruang NICU
• 34% mengurangi risiko ketidakpuasan terhadap tenaga kesehatan


Apa saja yang dilakukan Doula
doula• Kunjungan prenatal. Dalam kunjungan prenatal, Doula akan memberikan informasi-informasi tentang kehamilan dan persalinan.
• Membantu membuat Birth Plan (rencana persalinan).
• Saat persalinan doula akan membantu mengurangi rasa nyeri dengan acupressure, massage, dan lain sebagainya.
• Doula akan membimbing pernapasan Anda saat prses kontraksi.
• Doula akan membantu berganti-ganti posisi sehingga mengikuti insting tubuh.
• Membantu memfasilitasi komunikasi antara Ibu dengan suami, dokter, bdan atau tenaga kesehatan yang lainnya.
• Dan masih banyak yang lainnya.

Sumber

The Birth Partner by Penny Simkin

The Doula Book by Marshall H. Klaus

www.bellybelly.com

www.evidencebasedbirth.com